Protein: Nutrisi yang Sering Dilupakan Remaja
Memahami pentingnya makronutrien utama untuk mendukung tumbuh kembang dan imunitas maksimal di masa pubertas.
Fungsi Fisiologis Protein bagi Remaja
Anabolisme Jaringan
Membentuk jaringan otot, kulit, organ dalam, serta matriks tulang (kolagen) selama masa lonjakan pertumbuhan (growth spurt).
Regulasi Hormon
Mendukung kerja Hormon Pertumbuhan (HGH) & IGF-1 yang memicu penambahan tinggi badan linier dan perkembangan organ.
Pertahanan Imunitas
Berperan penting dalam pembentukan antibodi (imunoglobulin) untuk melindungi remaja dari penyakit dan infeksi.
Enzim & Transpor
Menyusun enzim metabolik serta protein transpor seperti Hemoglobin yang mengangkut oksigen ke seluruh sel tubuh.
Hitung Kebutuhan Protein Harianmu
Secara umum, remaja membutuhkan 0.85 - 1.2 gram protein per kg berat badan per hari. Masukkan data untuk estimasi:
Estimasi Kebutuhan Protein Harian:
0 gram / hari
*Setara dengan ~2 butir telur + 1 porsi dada ayam / tempe per hari.Sumber Protein Sehat & Makanan
| Jenis | Sumber Makanan | Keunggulan Nutrisi |
|---|---|---|
| Hewani | Daging ayam, Ikan (Tuna/Kembung), Telur, Susu/Yogurt | Kaya Asam Amino Esensial Lengkap, Vitamin B12, Seng (Zn), & Zat Besi Heme. Daya cerna tinggi. |
| Nabati | Tempe, Tahu, Kacang Hijau, Kacang Merah, Biji-bijian | Tinggi serat pangan, bebas kolesterol, serta mengandung antioksidan & isoflavon. |
Dampak Kekurangan Protein (Defisiensi)
Penurunan kadar hormon IGF-1 menyebabkan penambahan tinggi badan terhambat dan keterlambatan pematangan organ reproduksi/pubertas.
Tubuh akan memecah jaringan otot (katabolisme) untuk memenuhi kebutuhan metabolik dasar, memicu rasa lelah kronis dan kelemahan fisik.
Sintesis imunoglobulin yang menurun membuat tubuh remaja sulit melawan infeksi bakteri atau virus secara efektif.
Kekurangan asam amino tirosin & triptofan mengganggu sintesis neurotransmiter (serotonin & dopamin), memicu kabut otak (brain fog) dan ansietas.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
- Mahan, L. K., & Raymond, J. L. (2016). Krause's Food & the Nutrition Care Process (14th ed.). Elsevier Health Sciences.
- National Research Council. (2015). Dietary Reference Intakes for Energy, Carbohydrate, Fiber, Fat, Fatty Acids, Cholesterol, Protein, and Amino Acids. Washington, DC: The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/10490.
- World Health Organization. (2007). Protein and amino acid requirements in human nutrition: Report of a joint WHO/FAO/UNU expert consultation (WHO Technical Report Series No. 935). World Health Organization.
- Elango, R., & Ball, R. O. (2016). Protein and amino acid requirements during pregnancy and lactation, adolescence, and aging. Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, 41(6), 570–572.
- Stang, J., & Story, M. (Eds.). (2005). Guidelines for Adolescent Nutrition Services. Center for Leadership, Education and Training in Maternal and Child Nutrition, Division of Epidemiology and Community Health, School of Public Health, University of Minnesota.
Tag :
red cross

0 Komentar untuk "Protein: Nutrisi yang Sering Dilupakan Remaja"